- oleh admin_kokap1
- 06 April 2026 10:53:29
- 25 views
Monitoring dan Evaluasi Penerapan Protokol Hipertensi di UPT Puskesmas Kokap I
Pada tanggal 31 Maret 2026, UPT Puskesmas Kokap I menerima kunjungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo bersama Dinas Kesehatan Provinsi DIY dalam rangka kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) penerapan protokol hipertensi. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Puskesmas Kokap I sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan, khususnya dalam pengendalian penyakit tidak menular.
Dalam kegiatan tersebut dipaparkan bahwa Puskesmas Kokap I telah mengimplementasikan protokol hipertensi yang meliputi regulasi, Standar Operasional Prosedur (SOP), alur pelayanan pasien, hingga tata laksana pengobatan hipertensi. Selain itu, telah dilakukan skrining hipertensi terhadap 6.711 pasien, dengan total pasien terdiagnosis hipertensi sebanyak 1.266 pasien.
Pelayanan hipertensi di Puskesmas Kokap I juga didukung dengan berbagai program, seperti Prolanis Hipertensi, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan laboratorium, serta pemantauan melalui sistem pencatatan dan pelaporan seperti SIMPUS, kohort hipertensi, kartu kendali pengobatan, dan register Prolanis. Upaya sweeping pasien yang tidak rutin berkunjung juga dilakukan bersama kader melalui kunjungan rumah.
Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala, di antaranya:
- Kepatuhan pasien untuk kontrol dan pemeriksaan lanjutan masih rendah
- Keterbatasan SDM dan alat pemeriksaan penunjang
- Belum konsistennya pelaksanaan pemeriksaan sesuai standar
- Kesadaran masyarakat dalam pengendalian faktor risiko hipertensi masih perlu ditingkatkan
Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa meskipun protokol telah diterapkan, pengendalian tekanan darah pasien masih belum optimal. Data menunjukkan sebagian besar pasien hipertensi belum mencapai kondisi terkendali.
Dalam sesi diskusi, disampaikan bahwa hipertensi merupakan silent killer sehingga penegakan diagnosis harus berdasarkan pengukuran tekanan darah yang akurat, bukan hanya berdasarkan keluhan. Edukasi kepada masyarakat menjadi kunci penting dalam meningkatkan kepatuhan berobat dan perubahan perilaku hidup sehat.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan berkelanjutan bagi Puskesmas Kokap I. Ke depan, diharapkan adanya penguatan sumber daya manusia, peningkatan integrasi sistem pencatatan dan pelaporan, serta penambahan sarana prasarana yang mendukung pelayanan hipertensi.
Sebagai kesimpulan, penerapan protokol hipertensi di UPT Puskesmas Kokap I sudah berjalan, namun masih perlu dioptimalkan melalui evaluasi dan perbaikan secara berkesinambungan guna mewujudkan masyarakat Kokap yang sehat dan mandiri.

