- oleh admin_kokap1
- 31 Maret 2026 09:02:22
- 45 views
HARGOREJO,KOKAP- (17/03/2026) – Dalam upaya memperkuat layanan kesehatan dasar di tingkat masyarakat, Pemerintah Kalurahan Hargorejo menyelenggarakan kegiatan pembinaan kader kesehatan pada Selasa, 17 Maret 2026. Acara yang berlangsung di aula kalurahan ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa serta puluhan kader dari berbagai padukuhan.
Komitmen Anggaran dan Dukungan Dana Keistimewaan
Kamituwo Hargorejo, Sukarmo, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran kader sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat. Beliau memaparkan secara rinci mengenai penganggaran operasional Posyandu tahun ini dengan dukungan dana keistimewaan. Di wilayah Hargorejo terdapat 16 Posyandu yang diperkuat oleh 7 kader di masing-masing Posyandu. Pemerintah Kalurahan mengalokasikan insentif sebesar Rp 75.000,- per kader. Pemberian insentif ini direncanakan berlangsung selama 8 bulan dalam satu tahun anggaran.
Selain dana desa, Bapak Sukarmo juga menjelaskan bahwa beberapa program kesehatan strategis akan didukung melalui Dana Keistimewaan (Danais). Program tersebut meliputi kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta agenda peningkatan kapasitas kader secara berkelanjutan.
Pada pertemuan ini juga disampaikan Implementasi ILP dan Tertib Administrasi. Hadir sebagai narasumber utama, tim dari, Puskesmas Kokap yang terdiri dari tiga petugas, yakni Vera, Harsi, dan Bekti.
Penyampaian materi teknis dipandu oleh Ibu Bekti, yang memfokuskan pada dua poin krusial bagi transformasi kesehatan saat ini, pertama terkait Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) mengenai siklus hidup dalam pelayanan kesehatan yang kini menjadi standar baru di Puskesmas maupun Posyandu.
yang kedua tentang laporan penimbangan rutin yang ditekankan pada akurasi data hasil penimbangan bulanan. Data ini sangat penting untuk deteksi dini masalah gizi (stunting) dan pemantauan tumbuh kembang anak di Hargorejo secara presisi.
"Kader bukan sekadar membantu menimbang, tapi juga menjadi pengumpul data yang menjadi dasar kebijakan kesehatan di tingkat pusat," ujar Ibu Bekti dalam paparannya. #admin

